setelah bom terakhir menghantam rusukmu
masihkah engkau khusyuk dalam dzikirmu?
sebelum habis duka panjang yang kau rasakan
dunia berpaling dari tubuhmu yang penuh sayatan
dari goresan-goresan yang merata di setiap jengkal kulitmu
kau kabarkan lagi cerita-cerita tentang lukamu yang abadi
kemana kau akan bersembunyi
dari hujan peluru yang menghujam perutmu
kemana kau akan berlari
melindungi anak-anakmu yang terkapar bermandikan darah segar
meski dunia t'lah berpaling dari tubuhmu yang terkoyak
dan melupakan luluh lantahnya tanahmu yang berdebu
tetapi Dia yang tak pernah tidur
tak kan pernah memalingkan pandangan-Nya untuk menjagamu
dan, Ia sentuh kalbu kami, saudaraku
untuk tak henti mengulurkan tangan kepadamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar